Keran Baru bagi Startup Fabless di Tengah Ketergantungan Impor
Indonesia mencatat nilai impor semikonduktor hampir dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, dari 2,33 miliar dolar AS pada 2020 menjadi 4,87 miliar dolar AS hingga November 2025. Angka ini menjadi sinyal bahwa pasar domestik sangat besar, tetapi belum terlayani oleh kapasitas lokal. Di sinilah startup fabless—perusahaan desain chip tanpa memiliki pabrik sendiri—menemukan ruang gerak yang lebih realistis dibandingkan membangun fabrikasi bernilai miliaran dolar.
ICDeC sebagai Katalisator Kolaborasi Desain
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menetapkan desain chip sebagai fondasi awal kemandirian semikonduktor nasional. Langkah konkretnya adalah pembentukan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC), sebuah platform kolaborasi yang melibatkan pemerintah, industri, dan perguruan tinggi. Bagi startup, ICDeC membuka akses terhadap sumber daya desain, mentor, dan jalur komersialisasi yang sebelumnya sulit dijangkau. Model ini meniru pendekatan negara-negara maju yang memisahkan antara aktivitas desain dan manufaktur, sehingga modal awal yang dibutuhkan tidak harus sebesar investasi pabrik.
Nexa Core dan Ambisi Integrasi Vertikal
Contoh nyata datang dari Nexa Core, perusahaan rintisan asal Jakarta yang didirikan pada 2025. Mereka tidak berhenti pada perangkat lunak, tetapi mengembangkan ASIC buatan sendiri sebagai lapisan dasar dari tumpukan AI terintegrasi. Langkah ini menunjukkan bahwa startup lokal berani masuk ke level silikon, meskipun tetap berada dalam koridor fabless. Strategi semacam ini memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai nilai global yang selama ini didominasi pemain luar.
Ekosistem Pendukung yang Semakin Konkret
Selain ICDeC, pemerintah menyiapkan Sandbox Desain Chip Merah Putih yang memungkinkan mahasiswa, peneliti, dan startup merancang chip secara digital tanpa biaya perangkat lunak yang mahal. Platform ini menjembatani kesenjangan antara ide dan prototipe, sekaligus mencetak talenta desain yang siap industri. Kombinasi antara akses desain, pelatihan, dan pasar domestik yang besar menjadikan segmen chip design sebagai pintu masuk paling logis bagi startup semikonduktor Indonesia pada 2026.

